tag
Basket
Cedera Lutut Berat

MVP NBL Absen 9 Bulan

Rabu, 17 Juli 2013 13:04 WIB
Pringgo Regowo absen 9 bulan karena otot lutut kanannya putus.
  • MVP NBL Absen 9 Bulan

    Pringgo Regowo (Aspac) absen 9 bulan akibat cedera lutut berat.

Pringgo Regowo mendapatkan cobaan berat. Rabu (17/07/13), Pemain Terbaik (MVP) Liga Basket Nasional (NBL) 2012-2013 itu harus absen sembilan bulan karena otot vital lutut kanannya putus.

Perkiraan absen sembilan bulan merupakan cobaan berat Pringgo Regowo. Pemain Terbaik (MVP) Liga Basket Nasional (NBL) 2012-2013 harus lama menepi akibat otot vital (anterior cruciate ligament) lutut kanan putus.

Pringgo terbelit cedera itu saat menjalani game kedua Championship Series melawan Garuda Kukar di Yogyakarta pada 23 Mei lalu. Saat itu Aspac menang 69-53, namun Pringgo hanya tampil 10 menit.

"Waktu rebound saya out of balance, terus ditabrak pemain Garuda dari belakang. Saya dengar bunyi klek, terus saya menjatuhkan diri,” ucap power forward iAspac itu.

“Cedera ini di luar perkiraan saya. Main lagi enak, eh dapat musibah," kata Pringgo seraya berusaha mengulas senyum.

Pemain berusia 26 tahun baru selesai jalani operasi di Saint Luke Medical Center, Quezon City, Manila, pada 12 Juli 2013. Operasi berjalan lancar selama 40 menit.  

Pringgo baru tiba di Jakarta pada Senin (14/07/13) dini hari WIB lalu. Dokter yang mengoperasi dia, Raul Canlas, sudah berpengalaman mengoperasi pemain profesional Liga Basket Filipina (PBA).

Canlas juga yang membedah dan menangani cedera otot vital lutut kiri Pringgo, sewaktu terbekap cedera pada 2010. Saat itu dia juga sempat absen sembilan bulan.

"Yang cedera dulu butuh waktu sembuh tujuh bulan. Ya, bisa lebih atau bisa kurang, bergantung (penyembuhannya)," terang Pringgo.

Terapi yang berjalan baik membuat pria bertinggi 190 sentimeter itu pulih lebih cepat dari waktu perkiraan sebelumnya.

Selama berlaga untuk Aspac, Pringgo telah mengemas berbagai prestasi individual, mulai dari MVP, kolektor 1.000 pemain, first team NBL hingga kampiun 2012-2013.


Editor : Daniel Sasongko

  • comment
Komentar